Sulbar Ekspres - Sebuah penelitian mengungkapkan ternyata tidur kurang dari lima jam per malam bisa meningkatkan penyakit diabetes dan jantung.
Resiko tersebut bisa meningkat dua kali lipat jika dialami oleh pasien yang memiliki riwayat risiko untuk mengidap penyakit jantung dan diabetes.
Baca Juga: WAJIB COBA! Empat Buah Ini Terbukti Ampuh Kontrol Gula Darah
Jika kebiasaan tidur kurang dari 5 jam setiap malam terus dilakukan akan beresiko dua kali lebih besar untuk mengalami kematian dibandingkan mereka yang tidak memiliki faktor-faktor penyakit.
Gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea, dan sindrom kaki gelisah sering terjadi pada orang tua.
Para ahli menyarankan untuk menemui ahli medis atau dokter spesialis jika kualitas tidur sudah mulai menurun dan terus terjadi berulang-ulang.
Dengan melakukan upaya meningkatkan kualitas tidur, hal tersebut dapat membantu tetap sehat baik itu untuk anak-anak, orang dewasan, maupun orang tua.
Ini adalah temuan dari sebuah studi baru yang diselenggarakan oleh para peneliti di Pennsylvania State College of Medicine dan dilaporkan dalam the Journal of the American Heart Association.
Yang disebut dengan sindrom metabolik ditandai dengan meningkatnya gula darah, tekanan darah tinggi dan kolestrol, serta kelebihan lemak di seputar pinggang.
Sebuah diagnosis sindrom metabolik termasuk di antaranya indeks massa tubuh yang tinggi, sebuah pengukuran berat seseorang relatif terhadap tinggi badannya.
Seseorang dengan indeks massa tubuh yang tinggi dan gejala-gejala metabolik lainnya beresiko lebih tinggi untuk mengidap penyakit jantung dan diabetes.***